MediaMU.COM

MediaMU.COM

Portal Islam Dinamis Berkemajuan

Apr 15, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang
Breaking
Abdul Mu'ti: Jadikan Idulfitri Momentum Rekonsiliasi Sosial Ketua PP Muhammadiyah Prihatin Korupsi Subur di Tengah Masyakarat yang Religius Haedar Nashir: Puasa Momentum Seimbangkan Hidup dengan Sikap 'Tengahan' Saya Coba Hitung Jumlah Warga Muhammadiyah DIY dari Sholat Ied dan Begini Hasilnya! Warga Muhammadiyah Lokshumawe Shalat Id Serentak di Halaman Masjid At-Taqwa Setelah Ramadan, What Next? (Usaha Menjadikan Umat Islam Pelopor Kebaikan) Taawun Sosial Ramadan PWA DIY: Berbagi Berkah dan Pesan Kebajikan Khutbah Jumat Dalil Hutang Piutang Orang Tua yang Harus Kita Hormati Pertama Kali Adalah Muhammadiyah DIY Siapkan 718 Lokasi Sholat Idulfitri 1445 H, Ini Daftarnya Layani Para Pemudik, RS PKU Muhammadiyah Bantul Sediakan 3 Posko Kesehatan PDPM Sleman Tebar Kebaikan Ramadhan Bersama Steps2 Allah London di Ponpes Abu Dzar Al Ghifari Gamping Dayah Modern Ihyaaussunnah Kota Lhokseumawe Sukse Gelar Intensive Qur’anic Camp Kunjungi Pos MudikMU Masjid Ahmad Dahlan Pundong, Sekretaris PWM DIY Apresiasi Fasilitas Layanan yang Tersedia MPKU dan Klinik PKU Bambanglipuro Bersinergi dalam Program Muhammadiyah Menyapa Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada Rabu 10 April 2024 Pertama Kali! UAD akan Adakan Shalat Idulfitri di Lapangan Bola Tetap Bertugas di Lebaran, RS PKU Muhammadiyah Yogya Siap Beri Pelayanan Maksimal Saat Ariswan Jelaskan Keberkahan Ramadhan dan Perjalanan Spiritual Melalui Muhammadiyah Mendunia, Kolaborasi Mu'allimaat Jogja dan SMA dari California Ciptakan Choir in Harmony

Kiprah Tokoh Muhammadiyah Tak Pernah Berakhir dari Masa ke Masa

Ketua PP Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Foto: muhammadiyah.or.id

YOGYA – Menurut hitungan kalender hijriyah, Muhammadiyah genap berusia 112 tahun pada 8 Dzuhijjah 1442 Hijriyah. Selama 112 tahun itu persyarikatan telah banyak berkiprah dalam memajukan bangsa dan negara.

Guna menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-112, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan acara Songsong Milad 112 Tahun Muhammadiyah bertema “Istiqamah Mengabdi untuk Negeri”, Sabtu (17/7), bersama Ketua PP Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes.

Sebelum kemerdekaan, Muhammadiyah sudah berjuang. “Tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga menggerakkan anak-anak bangsa bersama komponen lain untuk memerdekakan Indonesia,” kata Dr. H. Muchlas, M.T., Rektor UAD, dalam sambutannya.

Tidak hanya itu, banyak cerita heroik yang menampilkan tokoh Muhammadiyah yang aktif dan berjasa menjadikan Indonesia sebagai bangsa merdeka. Selain itu, pada pasca kemerdekaan ini, Muhammadiyah juga melaksanakan tugas-tugasnya dengan sangat baik merawat NKRI.

Hal itu, lanjut Muchlas, diwujudkan dengan banyaknya aktivitas, terhimpun dalam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan aktivitas persyarikatan lainnya.

Muchlas memaparkan bahwa Muhammadiyah dalam tugasnya merawat NKRI sudah memiliki satu doktrin atau paham negara Pancasila yang dihimpun dalam sebuah konsep, yaitu darul ahdi wa syahadah. Ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah adalah satu-satunya organisasi massa di Indonesia yang memiliki konsep berbasis kepada dokumen-dokumen formal dari organisasi tentang sikapnya tentang NKRI.

Muchlas berharap, persyarikatan Muhammadiyah bisa semakin signifikan dalam merawat dan memajukan bangsa serta negara Indonesia.

Untuk itu, peneguhan agar selalu istiqamah dalam mengabdi bangsa dan negara ini harus terus digulirkan dan disemangatkan dalam diri dan jiwa kita. Agar dapat menjalankan tugas-tugas persyarikatan Muhammadiyah melalui berbagai aktivitas dan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Agus Taufiqurrahman, cara terbaik untuk mencintai Indonesia adalah dengan memberikan karya-karya terbaik bagi umat dan bangsa untuk kemajuan negeri.

Bila dikilas-balik pada masa lalu sudah diberitahu banyak hal tentang kiprah para tokoh pendahulu di Muhammadiyah, seperti K.H. Mas Mansur, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Jenderal Soedirman. Mereka merupakan penggerak persyarikatan dan telah memberikan keteladan pada negeri dengan berjuang untuk meraih kemerdekaan.

Kemudian, masa pascakemerdekaan ada Buya Hamka yang sangat disegani oleh Soekarno, karena sebagai Ketua MUI pendiriannya sangat kuat. Masih banyak lagi tokoh di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang berkiprah untuk bangsa.

Sampai pada era reformasi pun, tokoh-tokoh Muhammadiyah mengambil bagian dalam berkiprah untuk negeri Indonesia. Agus berharap, di usia ke-112 tahun ini Muhammadiyah terus memberikan kiprah yang terbaik untuk negeri. (*)

Wartawan: Dzikril Firmansyah Atha Ridhai
Editor: Affan Safani Adham

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here